06 September, 2021
03 August, 2020
TIGA TIPE BELAJAR ANAK SAAT PABDEMI COVID-19
Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini.
2. Tipe auditori
Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar. Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara menonjol pada tipe auditori.
3. Kinestetik
Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik.
18 April, 2020
ETOS DAN KOMITMEN SEBAGAI BUDAYA
“Pendidik dan tenaga pendidikan yang Profesional dan bermartabat” merupakan salah satu ciri yang selalu melekat dalam seorang yang professional. Berangkat dari hal itu seorang yang professional mampu menunjukan kompetensinya. Bagi seorang guru, sertifikat profesi adalah sebuah keharusan sebagai ciri bahwa dirinya adalah orangCARAKAN SEBAGAI SANDI PRAMUKA
23 April, 2013
SELAYAKNYA KEMENTRIAN PENGAJARAN BUKAN PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Ujian Nasional
tahun ini adalah penyelenggaraan terburuk sepanjang sejarah. Betapa tidak,
paket-paket soal yang mestinya terdistribusikan tepat waktu ternyata pada
beberapa wilayah di bagian timur Indonesia mengalami keterlambatan. Bukan hanya
ditingkat SMA saja tetapi keterlambatan juga terjadi ditingkat SMP seperti yang
terjadi di Belu NTT dan beberapa daerah lain. Masalah percetakan yang tidak
bisa memenuhi target waktu menjadi alasan yang paling rasional yang dipilih
oleh kementrian pendidikan sebagai alibi.01 April, 2013
LUNTURNYA KARAKTER BANGSA
LUNTURNYA
KARAKTER BANGSA
27 March, 2013
GURU TIDAK PROFESIONAL HARUS SIAP “DICERAIKAN ATAU DIPOLIGAMI”
GURU TIDAK PROFESIONAL HARUS SIAP “DICERAIKAN ATAU DIPOLIGAMI”
24 November, 2012
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN
MENCETAK GENERASI MANDIRI
DENGAN PENDIDIKAN
KEWIRAUSAHAAN
SUDAH CUKUPKAH PENDIDIKAN
ANAK-ANAK KITA?
Apakah
pendidikan yang diterima anak-anak kita sekarang ini secara memadai untuk
menyiapkan mereka untuk masa depan yang akan mereka hadapi?
Pertanyaan diatas sungguh sangat sulit
untuk dijawab. Mereka yang berhasil baik dibangku sekolah menghadapi tantangan
yang sama dengan mereka yang tidak, dan mereka yang berhasil baik dibangku
sekolah juga tidak bisa menjamin dalam kehidupan nyata. Kenyataan lain Kurukulum
pendidikan selalu berubah mengikuti perubahan.
23 September, 2012
MEMBUDAYAKAN MENULIS
Banyak cara untuk menjadi pandai dan cerdas
namun tidak lepas dari menulis dan membaca seperti disampaikan oleh Praktisi
komunikasi, Aat Surya Syafaat dalam kesempatan wisuda Universitas Mathla'ul
Anwar Banten, Sabtu (25/2).
Diakui atau tidak menulis di
Indonesia belum menjadi budaya, karena masyarakat kita lebih kuat pada budaya
lisannya. Banyak indikator bahwa kita belum terbiasa dengan budaya menulis. Satu
hal yang mengindikasikan rendahnya
kebiasaan menulis adalah bahwa surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi pada 27 Januari terkait kewajiban menulis karya ilmiah dalam jurnal
ilmiah masih mendaptakan sambutan pro
dan kontra. Beberapa kalangan masih merasa bahwa anjuran itu akan mempersulit.
Padahal jika memaksakan sedikit kemauan kita untuk memulai, mencoba dan
menyikapi positif pada anjuran itu tentu kita akan mendaptkan suaatu hal yang
positif dimasa yang akan datang.
SEMUA ORANG BERBAKAT MENULIS
Kebiasaan menulis dalam pengertian menulis tulisan ilmiah
merupakan hal yang sangat sulit dilakukan bagi seorang yang tidak memiliki motivasi menulis ataupun
seorang pemula. Karena kebiasaan menulis ibarat menciptakan kebiasaan baru. Walaupun
sebenarnya kita juga sudah memiliki bakat. Kita lancar menulis surat pada pacar
yang tanpa disadari hasilnya bahkan
berlembar-lembar, atau chating dengan suami, istri atau teman. Kita hanya
sedikit berlatih memaksakan untuk memulai dan
memulai kadang sangat sulit untuk dilakukan.
22 September, 2012
FENOMENA “Bang Maman dari Kali Pasir”
Fenomena kisah "Bang Maman dari Kali Pasir"
dalam Buku LKS Pendidikan Lingkungan
Budaya Jakarta terbitan CV. Media Kreasi
layak untuk kita kritisi. Hal semacam ini tentu tidak akan terjadi bila kita
mengantisipasi titik lemah dimana potensi kekeliruan tersebut mengemuka. Kita tidak
bisa menyalahkan mengapa kemudian penulis buku tersebut mengangkat kisah
seperti itu, karena apa yang memasuki alam bawah sadar penulis adalah mungkin
itulah yang banyak terjadi dalam kehidupan
nyata akhir-akhir ini. Tetapi hal ini menjadi masalah manakala cerita seperti
itu masuk dalam ruang publik siswa yang semestinya dijejali dengan hal-hal yang
bersifat positif. Disatu sisi penulis mungkin bermaksud untuk memberikan
gambaran sisi baik dan sisi buruk dan apa yang bisa diteladani dari kisah yang
diangkatnya. Walaupun sebetulnya masih
banyak cerita yang mungkin lebih layak muat dalam buku/LKS tersebut. Dan dari
sisi para siswa kisah seperti itu dikhawatirkan akan memasuki alam bawah sadar mereka
yang pada akhirnya menjadi bekal hidup mereka yang keliru.
Terlepas dari bagaimana sebuah tulisan yang tak
layak cetak dan beredar menjadi
permasalahan, rasanya kita juga tidak bisa menutup mata bahwa pemilihan bahan
ajar atau buku kadang dilakukan dengan tidak cermat. Pertimbangan yang
dilakukan adalah hanya memandang dari segi keuntungan yang bisa diperoleh dari
segi bisnis saja. Maka tidak jarang buku yang sudah beredar kemudian harus
ditarik kembali atau penggunaanya yang jarang dan hanya dipakai untuk sekedar
pelengkap koleksi perpustakaan saja.
Dari sisi tenaga pendidikan buku adalah gudang ilmu,
tapi dari sisi penerbit buku adalah sumber penghasil uang yang besar. Maka
tidak heran jika kemudian ada istilah mafia perbukuan. Diakui atau tidak inilah
yang terjadi selama ini pada dunia pendidikan kita. Bahkan sebuah jurnal ilmiah
terpaksa harus berhenti sesaat hanya
karena upeti-upeti yang harus diberikan kepada pengelolanya sebelum penerbitan.
Semestinya dan idealnya buku-buku pelajaran yang dipakai
dalam kelas adalah buku karya guru itu sendiri, bukan karya orang lain. Betapa
menariknya situasi kelas dengan bahan pembelajaran yang disusun oleh guru itu
sendiri.
Pertanyaannya mengapa sampai saat ini masih banyak
guru yang belum bisa menyusun karya
berupa buku atau bahan ajar yang layak dipakai dalam kelasnya sendiri? Ini
adalah PR besar bagi para tenaga kependidikan kita.
Sekarang tinggal bagaimana menumbuhkan motivasi dari
dalam diri guru untuk menulis menyusun buku ajar mereka sendiri karena menulis
belum menjadi suatu budaya bagi para guru. Indikasinya adalah adanya penolakan
ataupun pro kontra terhadap surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
pada 27 Januari lalu terkait kewajiban menulis karya ilmiah dalam jurnal
ilmiah.
Kebiasaan menulis
dalam pengertian menulis tulisan ilmiah merupakan hal yang sangat sulit
dilakukan bagi seorang yang tidak
memiliki motivasi menulis ataupun seorang pemula. Karena kebiasaan menulis
ibarat menciptakan kebiasaan baru.
Kebiasaan menulis juga tidak lepas dari kebiasaan
membaca, bagi mereka yang jarang membaca pasti akan mengalami banyak kesulitan dalam pemilihan kosa kata yang akan
dituangkan dalam tulisanya. Inilah yang juga menjadi kendala karena budaya
mebaca kita masih sangat rendah dibanding negara lain.
Menumbuhkan motivasi menulis sangatlah penting
karena tanpa keinginan yang kuat seseorang tidak akan menemukan tujuan untuk
memulai menulis. Memposisikan menulis sebagai suatu ibadah seperti halnya melakukan ibadah-ibadah yang
lain dan menyadari bahwa menulis juga merupakan perjuangan. Perjuangan
menginspirasi orang lain untuk juga menuangkan ide-idenya lewat
tulisan-tulisanya.
Bagi guru menulis dapat membantu
kegiatan belajar mengajar selain bermanfaat sebagai pengembangan profesi
sebagaimana diamanatkan dalam Permenegpan No. 16 tahun 2009.
Guru sebagai praktisi pendidik memiliki potensi
menulis yang sangat besar. Banyak hal bisa dijadikan sebagai dasar penulisan,
misalnya mengangkat permasalahan yang dialami dalam kelas. Banyak sekali bahan
yang bisa dijadikan referensi penulisan, dari internet, surat kabar, dan juga
dari buku-buku. Bisa kita bayangkan bila semua guru dapat menyusun buku
pembelajarannya sendiri, menulis cerita dan celoteh yang mengasikan, alangkah indahnya pembelajaran yang
dibawakanya dalam kelas. Tentu akan lebih memotivasi pribadi guru itu sendiri sekaligus
pada siswa-siswanya.
Yang ironis adalah justru guru itu sendiri seringkali
menjadi bahan perbincangan, pembahasan dan
menjadi obyek penulisan karena
guru sendiri kurang mampu menulis.
Inilah yang menjadi tugas kita bersama bagaimana
membuat para guru lebih mampu menulis menyusun buku ajarnya sendiri yang sesuai
dengan rencana pembelajaranya dalam kelas. Sehingga permasalahan kesalahan
cetak (bahasa yang diperhalus saja) dan lainnya tidak terjadi.
Semua pasti setuju bila semua guru memiliki
kompetensi menulis buku. Dari sanalah kemudian kita bisa menilai kapasitas
seorang guru dalam pembelajaranya. Para penerbit buku tidak perlu takut akan kehilangan pasarnya dan
juga tidak perlu risih lagi dengan manjadi bagian dalam istilah mafia
perbukuan. Mereka para penerbit harus bisa memafasilitasi guru-guru untuk menulis, menuangkan ide
gagasanya menjadi buku bahan ajar yang layak dipakai dalam kelas. Inilah saatnya
para penerbit tidak hanya mengambil keuntungan dari buku-buku yang
direkomendasikan para guru dan tenaga kependidikan kepada anak didiknya tetapi
penerbit juga harus memfasilitasi dan memberdayakan para guru agar berkembang
menjadi penulis-penulis yang baik yang bisa menuangkan dalam bentuk buku-buku
bahan ajar untuk anak didiknya.
Keuntunganya adalah para guru menjadi lebih berdaya
dengan proses berpikirnya menciptakan bahan ajar. Sisi lain penerbit tidak
perlu kerepotan dalam mempromosikan buku-bukunya karena sejauh karya buku itu
dipakai oleh guru itu sendiri otomatis penerbit memperoleh keuntungan dari
penjualan yang terus menerus karena keterpakaian buku tersebut oleh guru itu
sendiri.
Kenyataannya adalah penerbit memang telah memiliki
penulis yang tidak menutup kemungkinan mereka bukan dari guru yang tahu betul
seluk beluk rencana pembelajaran dalam kelas. Dan dampaknya adalah mereka, penerbit,
harus mempromosikan keterpakaianya dalam sekolah-sekolah.
Permenegpan No. 16 Tahun 2009 mengisyaratkan bahwa
syarat kenaikan pangkat dan penghargaan lain kepada guru mensyaratkan adanya
karya-karya penulisan berupa artikel ilmiah, karya tulis ilmiah, dan juga
penelitian tindakan kelas termasuk lebih jauh lagi diktat pembelajaran dan
buku. Tentu dengan peraturan ini menulis ke depan bukan hanya untuk mendapatkan
tunjangan-tunjangan tetapi menjadi sebuah kebutuhan dan memecahkan permasalahan
seperti salah cetak dan lain-lain. Dengan demikian tujuan pemerintah meningkatkan
mutu pendidikan dengan mudah akan
tercapai dengan adanya kesadaran dari masing-masing pelaku pendidikan terutama
para guru. Dan tidak menutup kemungkinan juga para penerbit.
Perlu adanya kearifan bersama mengatasi permasalahan semacam
ini. Orang tua bertanggung jawab membimbing anak-anak mereka dirumah karena
sebagian besar waktu mereka adalah dalam keluarga dirumah. Guru dan kepala
sekolah harus lebih jeli memilih bahan ajar mana yang layak dipakai dalam
membimbing anak didiknya belajar. Pemilihan yang mendasarkan pada: (1) tingkat
kesulitan bahan ajar dengan kapasitas intelektual siswa; (2) kesesuaian isi;
(3) kesesuaian metodologi; dll. Pemerintah
terutama dinas pendidikan harus mengawal dengan
aturan yang mendorong kreatifitas
tenaga pendidiknya. Jangan sampai malah menjadi bagian dari istilah mafia
perbukuan yang justru mematikan kreatifitas para tenaga pendidiknya.
11 January, 2009
FORMULA KEMENANGAN
MENUJU SEBUAH KEBEBASAN
UNTUK SIAPA TULISAN INI DIDEDIKASIKAN ?
Tulisan Ini di dedikasikan untuk orang-oarang yang siap berganti kuadran dan bergerak maju meninggalkan kemanan pekerjaan dan mulai meraih kebebasan secara finansial. Ini bukan jalan hidup yang mudah tapi imbalan di akhir perjalanan akan setimpal dengan usaha yang kita curahkan Ini adalah perjalanan menuju kebebasan finansial.
Tulisan Ini di dedikasikan untuk orang-oarang yang siap berganti kuadran dan bergerak maju meninggalkan kemanan pekerjaan dan mulai meraih kebebasan secara finansial. Ini bukan jalan hidup yang mudah tapi imbalan di akhir perjalanan akan setimpal dengan usaha yang kita curahkan Ini adalah perjalanan menuju kebebasan finansial.
BEKERJASAMA ATAUKAH MENENTANG
Banyak orang dilatih menyamakan kejayaan dengan kemenangan, dan berpreastasi baik dengan mengalahkan seseorang. Ini yang membuat orang menganggap, hanya persaingan menentang orang lain yang dapat menghasilkan prestasi, dan hanya dengan mengutamakan kepentingan diri saja seseorang dapat sukses. Kajian terbaru Dr. Robert Helmreich, ahli psikologi di Universitas Texas, Amerika Serikat, menunjukan bahwa kerjasama dengan orang lain lebih berhasil daripada bersaing menentang orang lain. Mensyaratkan kejayaan seseorang pada kegagalan orang lain (sindrom menang kalah), menimbulkan masalah dan tidak berguna.
POLA PENDIDIKAN ANAK KITA
Jabatan, karier, maupun kepandaian, tidak bisa menjamin seseorang menjadi kaya. Itu sebabnya, menurut Kiyosaki, konsep pendidikan yang menekankan bahwa ''anak sekolah harus pintar'' harus diubah total. Ini agar kita tidak terkurung dalam 'rat race (kurugan bajing),' kehidupan yang tak cerdas.
''Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang,'' ujar Kiyosaki. ''Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar UANG BEKERJA UNTUK KITA.''
Sebagai pengganti, Kiyosaki melontarkan gagasan 'how to get rich.' Ada enam kiat yang dapat diaplikasikan untuk menjadi orang kaya. Pertama, ''Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang'' . Ini bisa jadi cara efektif menghindari kemiskinan. Sebab, kata Kiyosaki, orang miskin tidak memiliki kebebasan finansial dalam hidupnya. Penghasilannya selalu habis untuk membiayai kewajibannya
PELUANG APAKAH YANG AKAN TETAP BERTAHAN PADA SAAT SULIT SEPERTI INI?
Sebuah media bisnis terkemuka di Amerika belum lama ini merilis informasi penting tentang PELUANG bisnis yang prospeknya paling menjanjikan dalam 10 tahun mendatang. Mereka adalah:
* Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya
* Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
* Sofware
* Konsultasi: management,science, dan teknis
* Home Health Care
* Seni, hiburan dan rekreasi
* Fim/video
* Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya
* Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
* Sofware
* Konsultasi: management,science, dan teknis
* Home Health Care
* Seni, hiburan dan rekreasi
* Fim/video
APA YANG ANDA CARI? RASA AMAN ATAUKAH BEBAS?
Alasan utama kenapa banyak orang lebih mencari kemanan pekerjaan adalah karena itulah yang diajarkan kepada mereka/kita baik dirumah maupun disekolah.
Banyak juga diantara kita terkondisi dari kecil untuk berpikir tentang keamanan pekerjaan, bukanya KEMANAN FINANCIAL atau KEBEBASAN FINANSIAL.
Itulah jalan yang dipilih oleh banyak orang, ketika perekonomian mulai goncang mereka sering semakin berpegang pada keamanan pekerjaan. Yang berakibat akhirnya mereka menghabiskan seumur hidup mereka disana.
BERITA BAIK
Berita baiknya adalah sekarang lebih mudah daripada dulu untuk sukses/meraih kebebasan financial. Hal ini karena didukung dengan kemajuan teknologi yang telah mempermudah berbagai hal. Teknologi telah mempermudah proses menuju kebebasan financial.
RASA TAKUT KEHILANGAN
Hal yang membuat manusia mengalami kesulitan financial adalah rasa takut kehilangan uang. Karena rasa takut ini orang sering bertindak terlalu hati-hati atau terlalu penuh kendali pribadi. Kalau rasa takut memenjara anda, saya sarankan membaca “KECERDASAN EMOSIONAL” oleh Daniel Goleman. Goleman menjelaskan misteri klasik mengapa mereka yang berprestasi bagus disekolah tidak selalu berhasil secara financial didunia nyata. Jawabnya adalah IQ EMOSIONAL lebih kuat daripada IQ AKADEMIS.
Itu sebabnya orang yang mengambil resiko, melakukan kesalahan, dan memperbaikinya, sering lebih berhasil daripada orang-orang yang belajar tidak melakukan kesalahan karena mereka terlalu takut pada resiko. Banyak orang meninggalkan bangku sekolah dengan nilai cukup, namun tidak siap untuk mengambil resiko, khususnya resiko financial.
PIKIRAN EMOSIONAL TERDENGAR LOGIS
Masalahnya pikiran emosional ini terdengar logis. Bagi seseorang yang memilih aman, ketika emosi takut muncul, pikiran logisnya adalah “Cari aman, jangan ambil resiko”.
AMBIL LANGKAH KECIL
Sebuah perjalanan seribu mil dumulai dengan langkah kecil. Keberhasilan financial jangka panjang tidak diukur dengan berapa besar langkah anda. Keberhasian financial jangka panjang diukur dengan jumlah langkah yang anda ambil, arah yang anda tuju, dan jumlah tahun yang anda habiskan. Pada kenyataanya, itulah formula bagi setiap keberhasilan atau kegagalan dalam upaya apapun.
SUDAH WAKTUNYA MENGURUS BISNIS ANDA SENDIRI
Apakah anda selama ini bekerja keras dan membuat orang lain kaya? Sejak kecil kebanyakan orang diprogram untuk mengurus bisnis orang lain dan membuat orang lain kaya. Hal ini diawali tanpa sadar dengan kata-kata nasihat seperti berikut :
“Kau harus dan bersekolah dan dapat nilai bagus supaya bisa mempunyai pekerjaan yang aman dan menjamin dengan gaji tinggi serta tunjangan bagus”.
KECERDASAN FINANSIAL/FINACIAL IQ
Menghabiskan hidup dengan kerja keras mencari uang hanya untuk menghabiskan dalam sekejap bukanlah tanda kecerdasan yang tinggi.
Tidak adanya kecerdasan finansial, banyak orang yang berpendidikan menempatkan diri mereka sendiri pada posisi yang mempunyai resiko financial tinggi. Istilahnya “Garis Merah Finansial” yang berarti bahwa jumlah pemasukan dan pengeluaran nyaris sama setiap bulan. Itu adalah orang-orang yang sekuat tenaga mempertahankan keamanan pekerjaan, yang tidak bisa berubah ketika perekonomian berubah, dan sering menghancurkan kesehatan mereka dengan stress serta rasa cemas.
MELEK FINANSIAL
Melek financial tidak hanya berarti melihat angka-angka dengan mata, tapi juga bahwa pikiran anda yang terlatihlah yang mengatakan kearah mana uang anda mengalir.
CARA LEBIH CEPAT MEMASUKI “FAST TRACK”
Pelajaran yang perlu diambil adalah memulai kecil-kecilan dan belajar menyelesaikan masalah, dan anda akhirnya akan memperolah kebebasan financial setelah lebih pandai memecahkan masalah.
Saya menganjurkan terlebih dahulu mempelajari cara membangun bisnis, karena bisnis memberikan pengalaman pengetahuan yang sangat penting, memberikan Cash Flow untuk mengimbangi dampak naik turunya pasar dan memberikan waktu luang.
MENGAPA ANDA HARUS CEPAT MEMULAI
Banyak orang yang memprotes dan menulis surat pada editor surat kabar. Beberapa mencoba mencoba mengubah system dengan mencalonkan diri sebagai pejabat pemerintahan/legislative. Menurut saya jauh lebih mudah mengurus bisnis anda sendiri, mengendalikan cash flow anda, mencari FINANCIAL FAST TRACK anda sendiri. Untuk meraih kebebasaan financial lebih mudah mengubah diri anda sendiri dari pada mengubah system.
TEMUKAN FAST TRACK ANDA
Bagi anda yang ingin menemukan financial fast track menuju kebebasan financial mulailah dengan :
Ø Mengurus Bisnis anda sendiri
Ø Mengendalikan Cash Flow anda
Ø Mengetahui perbedaan antara resiko dan beresiko
BERTINDAK/DO IT (CARI PEMBIMBING!)
Siapa yang memandu anda ke tempat-tempat yang belum pernah anda kunjungi? Pembimbing adalah seseorang yang memberitahu apa yang penting dan apa yangtidak penting anda lakukan.
CARI ORANG YANG SUDAH BERHASIL MELAKUKANNYA
Pilihlan pembimbing anda dengan hati-hati. Cermatilah dalam memilih orang yang sarannya anda dengarkan. Kalau anda ingin mencapai suatu tempat, lebih baik mencari seseorang yang sudah berada disana. Jadi pilihlah pembimbing anda dengan bijaksana. Ini salah satu hal terpenting yang bisa anda lakukan.
JADIKAN KEKECEWAAN SEBAGAI KEKUATAN ANDA
Siap untuk kecewa adalah sebuah cara untuk secara mental dan emosional mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin tidak anda inginkan. Dengan menjadi siap secara emosional, anda bisa bertindak dengan tenang dan penuh wibawa ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan anda. Jika tenang anda bisa berpikir lebih baik.
Sering kita lihat orang yang mempunyai gagasan bisnis baru yang besar, gairah mereka bertahan sekitar satu bulan, lalu kekecewaan mulai menghapus semangat mereka. Tak lama kemudian gairah mereka sirna, dan yang anda dengar mereka katakan hanyalah “Itu gagasan yang bagus, tapi tidak berhasil”.
Yang tidak berhasil bukan gagasanya, tapi kekecewaanlah yang lebih berperan. Mereka membiarkan rasa tidak sabar mereka berubah menjadi rasa kecewa dan kemudian mereka membiarkan rasa kecewa mereka mengalahkan mereka.
Seringkali ketidaksabaran itu timbul karena mereka tidak langsung mendapat imbalan financial.
Pemilik bisnis atau investor memang menunggu bertahun-tahun untuk melihat uang mengalir dari bisnis atau investasi mereka. Tetapi mereka menjalaninya dengan kesadaran bahwa keberhasilan butuh waktu. Mereka juga mengetahui bahwa ketika keberhasilan dicapai, imbalan finansialnya sepadan dengan penantianya.
KEKUATAN KEYAKINAN
Membaca, memperhatikan, dan mendengarkan sangat penting bagi pendidikan kita. Tapi anda juga harus mulai “MELAKUKAN/ DO IT”. Bergabunglah degan jaringan pemasaran dan pelajarilah dari dalam, berinfestasilah, minta saran dari pembimbing, penasihat financial.
KEKUATAN itu adalah “JUST DO IT”
Percayalah pada diri anda sendiri dan MULAILAH HARI INI.
DENGAN SIAPA ANDA AKAN MELEWATKAN WAKTU ANDA DIMASA DEPAN ANDA
Ingatlah orang-orang yang anda cintai yang akan melewatkan banyak waktu bersama anda. Mereka adalah orang-orang yang menunggu keberhasilan anda!
Subscribe to:
Posts (Atom)






