Penyelenggaraan Ujian Nasional
tahun ini adalah penyelenggaraan terburuk sepanjang sejarah. Betapa tidak,
paket-paket soal yang mestinya terdistribusikan tepat waktu ternyata pada
beberapa wilayah di bagian timur Indonesia mengalami keterlambatan. Bukan hanya
ditingkat SMA saja tetapi keterlambatan juga terjadi ditingkat SMP seperti yang
terjadi di Belu NTT dan beberapa daerah lain. Masalah percetakan yang tidak
bisa memenuhi target waktu menjadi alasan yang paling rasional yang dipilih
oleh kementrian pendidikan sebagai alibi.23 April, 2013
SELAYAKNYA KEMENTRIAN PENGAJARAN BUKAN PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Ujian Nasional
tahun ini adalah penyelenggaraan terburuk sepanjang sejarah. Betapa tidak,
paket-paket soal yang mestinya terdistribusikan tepat waktu ternyata pada
beberapa wilayah di bagian timur Indonesia mengalami keterlambatan. Bukan hanya
ditingkat SMA saja tetapi keterlambatan juga terjadi ditingkat SMP seperti yang
terjadi di Belu NTT dan beberapa daerah lain. Masalah percetakan yang tidak
bisa memenuhi target waktu menjadi alasan yang paling rasional yang dipilih
oleh kementrian pendidikan sebagai alibi.01 April, 2013
LUNTURNYA KARAKTER BANGSA
LUNTURNYA
KARAKTER BANGSA
27 March, 2013
GURU TIDAK PROFESIONAL HARUS SIAP “DICERAIKAN ATAU DIPOLIGAMI”
GURU TIDAK PROFESIONAL HARUS SIAP “DICERAIKAN ATAU DIPOLIGAMI”
24 November, 2012
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN
MENCETAK GENERASI MANDIRI
DENGAN PENDIDIKAN
KEWIRAUSAHAAN
SUDAH CUKUPKAH PENDIDIKAN
ANAK-ANAK KITA?
Apakah
pendidikan yang diterima anak-anak kita sekarang ini secara memadai untuk
menyiapkan mereka untuk masa depan yang akan mereka hadapi?
Pertanyaan diatas sungguh sangat sulit
untuk dijawab. Mereka yang berhasil baik dibangku sekolah menghadapi tantangan
yang sama dengan mereka yang tidak, dan mereka yang berhasil baik dibangku
sekolah juga tidak bisa menjamin dalam kehidupan nyata. Kenyataan lain Kurukulum
pendidikan selalu berubah mengikuti perubahan.
23 September, 2012
MEMBUDAYAKAN MENULIS
Banyak cara untuk menjadi pandai dan cerdas
namun tidak lepas dari menulis dan membaca seperti disampaikan oleh Praktisi
komunikasi, Aat Surya Syafaat dalam kesempatan wisuda Universitas Mathla'ul
Anwar Banten, Sabtu (25/2).
Diakui atau tidak menulis di
Indonesia belum menjadi budaya, karena masyarakat kita lebih kuat pada budaya
lisannya. Banyak indikator bahwa kita belum terbiasa dengan budaya menulis. Satu
hal yang mengindikasikan rendahnya
kebiasaan menulis adalah bahwa surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi pada 27 Januari terkait kewajiban menulis karya ilmiah dalam jurnal
ilmiah masih mendaptakan sambutan pro
dan kontra. Beberapa kalangan masih merasa bahwa anjuran itu akan mempersulit.
Padahal jika memaksakan sedikit kemauan kita untuk memulai, mencoba dan
menyikapi positif pada anjuran itu tentu kita akan mendaptkan suaatu hal yang
positif dimasa yang akan datang.
SEMUA ORANG BERBAKAT MENULIS
Kebiasaan menulis dalam pengertian menulis tulisan ilmiah
merupakan hal yang sangat sulit dilakukan bagi seorang yang tidak memiliki motivasi menulis ataupun
seorang pemula. Karena kebiasaan menulis ibarat menciptakan kebiasaan baru. Walaupun
sebenarnya kita juga sudah memiliki bakat. Kita lancar menulis surat pada pacar
yang tanpa disadari hasilnya bahkan
berlembar-lembar, atau chating dengan suami, istri atau teman. Kita hanya
sedikit berlatih memaksakan untuk memulai dan
memulai kadang sangat sulit untuk dilakukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
